2

HYYH Notes: Hoseok, Jimin

image

Hoseok
Tahun 21, 25 Feb

Aku tidak bisa mengalihkan pandangan dari cermin di mana aku menari. Tempat itu ada dalam pikiranku bahkan meskipun aku tidak bisa menyentuh tanahnya. Aku bisa merasakan kebebasan dari pandangan dunia dan diriku sendiri. Aku mengayunkan tubuhku bersama musik dan menyerahkan jiwaku pada tubuhku. Selain itu, tidak ada yang penting.

Continue reading

Advertisements
3

Demian, Kutipan-Kutipan Penting Dijelaskan

Selain beberapa kutipan yang muncul di short film WINGS, yang dibahas sebagian di postingan ini, masih ada beberapa kutipan lain yang menarik nih dari Demian. Jujur aja nih, setelah baca ringkasan Demian rasanya jadi sedikiiiiiiiiiiiit lebih paham sama temen-temen yang kecerdasannya di atas rata-rata yang gue temui di bangku perkuliahan. Mereka yang menonjol di kelas kadang suka bikin serem dengan pemikiran mereka waktu ada diskusi. Rupanya, mungkin itu karena gue cuma bagian dari “kawanan yang hanya mengikuti aturan yang sudah dibuat oleh masyarakat dan agama” sementara mereka adalah orang-orang yang setipe sama Sinclair, Demian dan Eva, yang menerima bahwa dunia itu punya sisi gelap dan terang begitupun dengan manusia, mereka menerima bahwa sifat gelap dalam diri manusia itupun sesuatu yang alamiah dan karenanya bukan hal yang tabu untuk dibahas atau dibenarkan dalam kondisi tertentu, dan karena itu lah pendapat mereka suka agak bikin horror :/
Kalian mungkin ga paham apa yg gue tulis ya? 😅

Mending baca kutipan-kutipan Demian aja deh! Cusss~

1

“Sebuah batu telah dijatuhkan ke dalam sumur, sumur adalah jiwa masa mudaku. Dan untuk waktu yang sangat lama masalah tentang Cain, pembunuhan saudara, dan ‘tanda’ membentuk titik keberangkatan dari semua usahaku dalam pemahaman, keraguan-keraguanku dan kritikku.”

Continue reading

0

Demian, Chapter 8

image

Ringkasan

Sinclair menghabiskan musim panas di kota di mana universitasnya terletak. Dia melewati hari-harinya bersama Demian, Eva dan yang lain di kebun di dekat sungai. Dia merasa damai dan santai, meskipun hal ini menghasilkan emosi yang bertentangan dalam dirinya—kadang bahagia, kadang melankolis. Bagaimanapun, pada saat-saat ini, dia menemukan kenyamanan dalam Frau Eva. Continue reading

0

Demian, Chapter 7

Ringkasan

Sinclair menceritakan sebuah kisah di mana dirinya mengunjungi rumah yang pernah Demian tinggali. Pemiliknya saat ini tidak bisa menawarkan bantuan untuk menemukan keluarga Demian, namun dia menunjukan pada Sinclair sebuah album foto tua berisi selembar foto ibu Demian. Sinclair mengenalinya sebagai wanita yang selama ini dia lukis, wanita yang telah menangkap imajinasinya dan yang telah menjadi subyek mimpi-mimpi dan hasratnya. Foto ini mengantarkan Sinclair pada perjalanan mencari ibu Demian sebelum mulai belajar di universitas—yang berakhir gagal.
Continue reading

0

Demian, Chapter 6

Ringkasan

Sinclair memikirkan sifatnya saat pembicaraannya dengan Pistorius. Meskipun terisolasi dari teman sebayanya, dia terlibat dalam masa pertumbuhan dan  penemuan jati diri. Pistorius menjadi semacam panutan yang menyemangati, yang selalu mendengarkan apa yang Sinclair ucapkan dan yang mencoba membantunya lanjut meneliti pemikiran-pemikirannya. Bersama, mereka “memuja” Abraxas dan membicarakan impian, hasrat, dan dunia. Pistorius memberitahu Sinclair bahwa dia “tidak bisa mempertimbangkan untuk melarang apa yang diinginkan jiwa.” Sinclair, masih tidak yakin akan hal ini, membalas pernyataan tegas Pistorius, mengatakan bahwa, misalnya, seseorang tidak harus membunuh seseorang sekedar karena dia tidak menyukai orang itu. Pistorius merespon bahwa bahkan hal seperti itupun, di bawah keadaan tertentu dapat diterima. Sinclair dikejutkan oleh ikatan antara pernyataan ini dengan hal yang pernah dikatakan Demian padanya (T/N: bahwa Sinclair harus menghentikan Kromer bahkan jika itu berarti membunuhnya).

Continue reading

0

Demian, Chapter 5

Ringkasan

Suatu hari di kelas, Sinclair menemukan sebuah catatan sudah ditinggalkan untuknya. Isinya, “Burung memperjuangkan jalannya untuk keluar dari telur. Telur itu adalah dunia. Barang siapa yang akan terlahir harus terlebih dahulu menghancurkan sebuah dunia. Sang burung terbang menuju Tuhan. Nama Tuhan itu adalah Abraxas.” Meskipun surat itu tidak bertanda tangan, Sinclair yakin itu dari Demian. Sinclair teralihkan fokusnya dari pelajaran, namun kembali bersemangat ketika dia mendengar sang guru menyebut Abraxas. Abraxas, kata sang guru, bisa dianggap sebagai sebuah “kedewaan” yang menggambarkan penyatuan dari yang bersifat ketuhanan dan yang bersifat setan.
Continue reading

0

Demian, Chapter 4

Ringkasan

Sinclair pergi ke sekolah asrama di mana (informasi tentang) tempatnya yang diketahui pembaca hanyalah St.3/43/4. Pada saat ini, dia sadar akan dirinya yang kehilangan kemurniannya, namun memiliki perasaan yang bertentangan secara mendalam mengenai kenyataan tersebut. Dia senang untuk berada jauh dari rumah, namun kecewa bahwa dirinya sudah tidak bisa menemukan keriangan di bawah pengawasan protektif dari orang tuanya. Dia merindukan Demian, namun juga marah padanya karena punya kontribusi dalam keadaan intelektualnya yang menyiksa.
Continue reading