Demian, Chapter 8

image

Ringkasan

Sinclair menghabiskan musim panas di kota di mana universitasnya terletak. Dia melewati hari-harinya bersama Demian, Eva dan yang lain di kebun di dekat sungai. Dia merasa damai dan santai, meskipun hal ini menghasilkan emosi yang bertentangan dalam dirinya—kadang bahagia, kadang melankolis. Bagaimanapun, pada saat-saat ini, dia menemukan kenyamanan dalam Frau Eva.

Suatu hari, Sinclair dikuasi perasaan gelap. Dia mencoba dengan segala kemampuannya untuk memanggil Frau Eva. Segara, Demian datang berlari masuk dan memberitahukan kepada Sinclair bahwa perang di Rusia akan segera terjadi. Demian mengambil ini sebagai pertanda dari datangnya dunia baru. Sinclair mengetahui bahwa Demian adalah seorang Letnan dan mungkin akan segera pergi berperang.

Demian memberitahu Sinclair bahwa dia pasti sudah memanggil dirinya sendiri ataupun Frau Eva hari itu. Sinclair mengakui bahwa dirinya memanggil Frau Eva. Demian mengungkapkan bahwa Frau Eva yang telah mengirimnya pada Sinclair. Sinclair gembira luar biasa Frau Eva mendengar panggilannya. Kemudian, ketika makan malam, Frau Eva meyakinkan Sinclair bahwa kapanpun Sinclair membutuhkannya, Sinclair bisa memanggilnya dan Eva akan mengirim seseorang yang sama sepertinya.

Perang dimulai dan Demian pergi. Segera setelahnya, Sinclair dikirim ke pertarungan. Suatu malam, berdiri menjaga sebuah pertanian, Sinclair mulai memasuki sebuah keadaan seperti mimpi. Dia mengingat gambaran-gambaran dari Frau Eva dan Demian. Ketika dirinya menatap menyebrangi malam, dia melihat Frau Eva di langit, dengan tanda Cain bercahaya di dahinya. Dari tandanya, bintang-bintang memantul ke depan dan salah satunya mengenai Sinclair. Sinclair kemudian ditemukan terluka dan tidak sadarkan diri di medan perang.

Sinclair dirawat, namun kebanyakan ditinggalkan berbaring dalam keadaan setengah sadar. Dia berhasil mengumpulkan seluruh energinya untuk berjuang mendapatkan apa yang dia inginkan. Pada akhirnya, dia dibawa ke sebuah fasilitas untuk pasien yang terluka. Pada tempat tidur di sebelahnya berbaring Max Demian. Demian bertanya pada Sinclair jika dirinya mengingat Franz Kromer. Mereka bertukar senyum. Demian kemudian memberi tahunya kalau dia harus pergi sekarang, namun dalam beberapa titik, Sinclair mungkin membutuhkannya lagi. Ketika saat seperti itu tiba, Sinclair harus melihat jauh ke dalam dirinya sendiri dan dia akan menyadari bahwa Demian ada bersamanya. Dia memberi tahu Sinclair untuk menutup mata dan memberinya sebuah kecupan dari Frau Eva.

Analisis

Ayunan emosi mendalam yang Sinclair singgung pada awal bab ini mengingatkan pada saat-saat di awal novel. Sebelumnya, Sinclair sering menemukan dirinya sendiri berada dalam persoalan perubahan suasana hati—merasa sangat senang pada satu saat, hampir bunuh diri di saat yang lain. Di sini, namun demikian, pergantian emosi yang terjadi terikat dengan tema yang luas: tentang pemahaman dan mengungkapkan jati diri seseorang. Sama seperti dunia yang tidak sekedar mulia dan sopan, manusia tidak hanya memiliki satu tipe emosi. Sinclair membiarkan dirinya sendiri mengekspresikan berbagai emosi yang alami bagi manusia. Dalam mengalami secara keseluruhan menjadi seorang manusia dan mengekspresikan dirinya secara sesungguhnya, kemudian, dia tidak bisa menahan semua perasaan ini dan berada dalam persolan suasana hati dengan variasi yang besar.

Bintang-bintang yang memantul keluar dari dahi Eva serupa dengan serangan musuh. Bintang yang mengenai Sinclair adalah sebuah peluru dari serangan ini.

Hesse memposisikan perang di akhir novel untuk membandingkan perkembangan Sinclair menjadi manusia yang penuh kemauan dan mandiri dengan kengerian dunia, ini adalah referensi langsung untuk Perang Dunia I. Di akhir buku, Sinclair akhirnya bebas. Dia kini bersiap menghadapi tantangan, dan kadang kengerian, dari dunia. Sebagai tambahan, dia kini bersiap untuk bertarung dengan mereka yang akan mencoba membuatnya dan yang lain tetap mengikuti aturan lama, hidup Kristiani yang baik. Perang itu, dengan demikian, adalah sebuah kiasan untuk perjuangan yang Sinclair akan hadapi di dunia sebagai seseorang yang mencoba sepenuhnya mengekpresikan segala aspek, baik itu buruk maupun baik, dari sifatnya. Buku yang berakhir dalam keadaan perang belum selesai mengindikasikan bahwa semua belumlah pasti sampai batas mana Sinclair akan, atau bisa, berhasil dalam perjuangannya. (Mungkin juga Hesse tidak ingin membahas hasil dari perang dalam ‘Demian’ karena dia menulis buku ini pada tahun 1917, ketika Perang Dunia I masih mengamuk. Dia mungkin tidak ingin menyelesaikan, dalam buku, sebuah ketidakpastian yang baginya belum terselesaikan.)

Pada adegan terakhir, rasa ketidaknyamanan Sinclair dengan Demian di awal kisah yang belum juga terselesaikan akhirnya berkurang dan dia akhirnya bisa menjadi dirinya sendiri. Dia selalu merasa aneh dengan fakta bahwa Demian menyelamatkannya dari Kromer. Demian membawa kembali insiden tersebut dengan cara yang demikian layaknya sebuah kenangan lama masa kecil, sebuah kejadian yang sekarang bisa dilupakan. Sinclair kini sepenuhnya mandiri. Hal ini ditandai dengan Demian yang memberitahunya bahwa dia tidak akan lagi datang secara fisik pada Sinclair. Sebaliknya, Sinclair yang kini membawa Demian dalam dirinya berarti mengatasi segala hal yang biasanya dia akan butuh Demian untuk mengatasinya. Dia hanya harus melihat ke dalam dirinya sendiri dan menggunakan sumbernya sendiri untuk menyelesaikan apapun masalah yang timbul. Transformasi Sinclair telah selesai.

Credits:
Karya asli oleh Hermann Hesse
Ringkasan dan analisis (eng): http://m.sparknotes.com/lit/demian/section1.rhtm
Indo trans: http://www.unreadablebook.wordpress.com

Take out with FULL CREDITS

Judul asli Demian adalah The Story of Emil Sinclair’s Youth (Kisah Masa Muda Emil Sinclair), menurut kalian judul mana yang lebih cocok untuk buku ini?

image

Related terms: demian hermann hesse bts bangtan boys bangtan sonyeondan short film wings terjemahan bahasa indonesia

Thank you for reading. Leave a comment? ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s