Demian, Chapter 7

Ringkasan

Sinclair menceritakan sebuah kisah di mana dirinya mengunjungi rumah yang pernah Demian tinggali. Pemiliknya saat ini tidak bisa menawarkan bantuan untuk menemukan keluarga Demian, namun dia menunjukan pada Sinclair sebuah album foto tua berisi selembar foto ibu Demian. Sinclair mengenalinya sebagai wanita yang selama ini dia lukis, wanita yang telah menangkap imajinasinya dan yang telah menjadi subyek mimpi-mimpi dan hasratnya. Foto ini mengantarkan Sinclair pada perjalanan mencari ibu Demian sebelum mulai belajar di universitas—yang berakhir gagal.

Suatu malam, ketika sedang berjalan di sekitar kota, Sinclair tidak sengaja mendengar suara yang familiar. Dia langsung mengenalinya sebagai suara Demian. Sinclair mengikuti Demian dan seorang teman Demian yang ada bersamanya sampai Demian mengantar temannya ke rumah. Sinclair dan Demian kemudian kembali bersatu. Mereka berjalan dan mengobrol, berbagi ide-ide yang mengikat mereka, bicara tentang “naluri kawanan” yang mendegradasi kemanusiaan. Demian menunjukkan kepada Sinclair rumahnya yang sekarang dan mengundangnya untuk datang berkunjung kapanpun dia mau. Sinclair kembali ke rumah, begitu emosional dan gembira; dia akhirnya akan punya kesempatan untuk bertemu dengan ibu Demian.

Hari berikutnya, Sinclair berjalan menuju rumah Demian. Ketika pelayan mempersilahkan Sinclair masuk, dia menceritakan banyak kejadian penting yang menandai hidupnya dan hubungannya dengan Demian. Dia bertemu dengan ibu Demian yang langsung mengenalinya. Mereka mengobrol tentang perasaan yang saat ini dirasakan Sinclair dan tentang perjalanan yang pada akhirnya membawa Sinclair padanya—foto yang Sinclair sudah kirimkan kepada Max, masa-masa sekolah Sinclair yang diselingi dengan pergi ke bar, dan interaksinya dengan Pistorius. Ibu Demian mengundang Sinclair untuk menjadi salah satu teman baiknya dengan memanggilnya ‘Frau Eva’. Sinclair kemudian pergi keluar menuju sebuah kebun di belakang rumah untuk melihat Max. Sinclair menyanyikan pujian Eva untuk Max. Berhenti sejenak untuk berpikir, Demian memberi ucapan selamat pada Sinclair, mengatakan bahwa dirinya adalah orang pertama yang diberi tahu nama oleh ibu Demian pada pertemuan pertama.

Sinclair yang lebih tua memandang kunjungan pertama ke rumah Demian ini sebagai peristiwa titik yang menentukan. Setelahnya, dia bilang, dia dengan bebas pergi dan pulang dari rumah “layaknya seorang anak atau saudara laki-laki—namun juga seseorang yang jatuh cinta”.

Sinclair mulai memusatkan hidupnya pada rumah Demian dan orang di sekitar mereka yang, seperti dirinya sendiri, “mengenakan tanda di wajah mereka”. Banyak orang yang lewat di lingkarannya, orang-orang dari ketertarikan dan kepercayaan yang berbeda. Sinclair dan Demian tidak menganggap serius keyakinan agama dari kenalan mereka. Sebaliknya, mereka menyibukkan diri dengan realisasi masing-masing individu. Seringkali, mereka membahas sebuah pertanda bahwa dunia tidak bisa berlanjut lebih lama dari adanya, bahwa teladan masyarakat akan terungkap sebagai sesuatu yang rusak karena pada akhirnya mereka akan menyebabkan perang.

Ditengah-tengah lingkungan pemikiran yang tidak normal ini, hubungan Sinclair dengan Eva tumbuh menjadi lebih kuat. Eva tampak memahami tiap pemikiran dan hasrat Sinclair; dia mengkonfrontasi Sinclair tentang cinta Sinclair untuknya dan mengatakan pada Sinclair bahwa Sinclair harus membiarkan perasaan itu sepenuhnya menunjukan rasa itu sendiri untuk memenangkan hatinya. Sinclair menghabiskan dua minggu di rumah selama Natal, membiarkan dirinya untuk berpikir lagi tentang Frau Eva. Tetap saja, ketika dia kembali pada Eva, dia tidak sepenuhnya siap untuk mengambil tindakan. Sebuah adegan terjadi selanjutnya di mana Sinclair menemukan Demian pingsan di rumah. Dia kemudian menggeluyur masuk ke dalam sebuah badai dan melihat, di awan, elang-alap yang telah memainkan peran sentral dalam mimpinya. Dia kembali ke rumah Demian untuk menemukan bahwa Demianpun telah mengalami sebuah pertanda yang tidak menyenangkan dalam bentuk mimpi, meskipun Demian menolak untuk mengungkapkan padanya semua rinciannya.

Analisis

Pengaruh Nietzche jelas terlihat pada bab ini. Diskusi Sinclair dan Demian tentang “naluri kawanan” yang membebani kebanyakan pria mungkin juga telah diangkat langsung dari karya Nietzche ‘Beyond Good and Evil’ (1886). Di sana, Nietzche mendahulukan pandangan bahwa hanya sangat sedikit pria yang memiliki keberanian untuk mengutarakan keinginan mereka. Sisanya, si kawanan, sekedar mengikuti aturan yang sudah diatur permanen untuk mereka oleh orang lain atau agama. Sedikit yang spesial melampaui aturan ini untuk bisa mengutarakan keinginan mereka. Demian dan Sinclair, dengan memanggil yang lain sebagai kawanan, menandai diri mereka sendiri sebagai bagian dari sedikit manusia super itu (Übermenschen).

Ketika Sinclair bertemu Frau Eva, wanita itu berkomentar bahwa dia langsung mengenalinya, mengimplikasikan bahwa Sinclair mengemban tanda tertentu, tanda yang diemban oleh semua orang dari tipe mereka. Tanda ini menjelaskan mengapa lukisan-lukisan yang telah Sinclair gambar di bab-bab sebelumnya tampak seperti Demian, Frau Eva, dan dirinya sendiri. Pada awal bab, Demian menyadari bahwa itu adalah tanda mereka, hal yang pernah mereka sebut sebagai “tanda Cain (Kain/Qabil)”. Tanda ini adalah sentuhan mistik (keagamaan) yang mengalir di dalam novel. Tidak pernah cukup dijelaskan apakah tanda itu atau bagaimana karakter-karakter di dalam novel mengenalinya. Hal ini bukannya tidak biasa bagi Hesse, yang sering menggunakan elemen mistik dalam tulisannya.

Selama percapakan awal mereka, Sinclair memanggil Frau Eva dengan sebutan “dear mother” (Ibu tersayang). Hal ini menekankan satu aspek dalam hubungan mereka—Eva memperhatikan dan melindunginya. Meski demikian, hal tersebut juga menyoroti hubungan mereka yang sangat tidak biasa dan beraneka segi (multifaceted). Lagipula, Sinclair jatuh cinta pada Eva. Pertemuan antara cinta dari sisi romantis dan cinta keibuan dalam hubungan mereka ini mengarah lebih jauh pada sikap mengabaikan norma-norma dan hal-hal tabu dalam bermasyarakat.

Badai di akhir bab menawarkan beberapa lapisan simbolisme. Pertama, kita diperkenalkan pada simbol yang didiskusikan sendiri oleh para karakter. Sang burung elang yang Sinclair lihat memberi pertanda kebebasan, namun juga huru-hara; hal tersebut muncul bersamaan dengan mimpi Demian yang mengindikasikan pada keduanya bahwa sesuatu yang besar akan terjadi. Kedua, seluruh adegan ini dimuat bersama simbolisme yang tidak dikenali para karakter. Adegan tersebut terjadi dalam konteks sebuah badai. Selama badai, Demian pingsan dan Sinclair melihat burung elang di awan. Hesse menggunakan badai untuk mewakili kejadian-kejadian ini pada pembaca sebagai sesuatu yang lebih kacau dari semua yang pernah terjadi. Ketika “pancaran cahaya matahari menerobos”, Sinclair kembali menemukan Demian terbangun. Akhir dari badai membawa saat-saat yang lebih tenang, lebih tentram bagi kedua anak laki-laki, di mana mereka bisa bercermin dan berdiskusi (pada dan tentang apa saja yang telah terjadi).

Credits:
Karya asli oleh Hermann Hesse
Ringkasan dan analisis (eng): http://m.sparknotes.com/lit/demian/section1.rhtm
Indo trans: http://www.unreadablebook.wordpress.com

Take out with FULL CREDITS

image

Anyway baru nyadar detik ini (19:57, 160918, Sun) itu sepanjang tembok simbol Abraxas, selama ini cuma liat yang di lukisan :v
Bab ini dikerjain sambil dengerin potongan lagu di short filmnya si pink boy. Nyusssss(??) itu lagunya sedih gitu😥
Diliat dari panjangnya short film si pink boy dan panjangnya preview lagu di dalamnya :v mungkin bener Jin tokoh utama dari short film WINGS ini (ada teori kalo Jin=Sinclair, sementara member lain=ego Sinclair)

Oh iya, kalo ada yang bertanya-tanya siapa itu Max, Max = Demian, Max Demian, ga tau kenapa itu sebentar ditulis Max sebentara Demian 😓

Related terms: demian hermann hesse bts bangtan boys bangtan sonyeondan short film wings terjemahan bahasa indonesia

Thank you for reading. Leave a comment? ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s