Demian, Chapter 5

Ringkasan

Suatu hari di kelas, Sinclair menemukan sebuah catatan sudah ditinggalkan untuknya. Isinya, “Burung memperjuangkan jalannya untuk keluar dari telur. Telur itu adalah dunia. Barang siapa yang akan terlahir harus terlebih dahulu menghancurkan sebuah dunia. Sang burung terbang menuju Tuhan. Nama Tuhan itu adalah Abraxas.” Meskipun surat itu tidak bertanda tangan, Sinclair yakin itu dari Demian. Sinclair teralihkan fokusnya dari pelajaran, namun kembali bersemangat ketika dia mendengar sang guru menyebut Abraxas. Abraxas, kata sang guru, bisa dianggap sebagai sebuah “kedewaan” yang menggambarkan penyatuan dari yang bersifat ketuhanan dan yang bersifat setan.

Pada sekitar masa ini, Sinclair memiliki mimpi yang terus kembali terulang. Di dalamnya, dia kmebali ke rumah orang tuanya dan melihat sang elap-alap, bercahaya di atas rumah. Ibunya menghampirinya, namun ketika dia akan memeluknya, dia melihat orang itu bukanlah ibunya, melainkan seseorang yang tampak seperti Demian dan lukisannya.

Menyadari bahwa dirinya segera akan memasuki universitas, Sinclair berpikir tentang masa depannya. Dia melihat bahwa dirinya tidak memiliki rencana tetap seperti mereka yang yakin ingin menjadi dokter, pengacara, atau pebisnis. Daripada itu, dia ingin untuk sekedar “hidup selaras dengan anjuran” dari “dirinya yang sejati”. Dia menerka-nerka mengapa hal ini begitu sulit untuk dilakukan. Bersama dengan bulan berlanjut, Sinclair menjadi lebih kesepian, meskipun lebih dan lebih percaya diri soal hubungannya dengan teman sebayanya.

Berjalan di sekitar kota, Sinclair adakalanya memperhatikan sebuah gereja dimana suara musik orgel berasal. Suatu hari, melewati gereja tersebut, Sinclair mendengar musik dan berdiri di luar untuk mendengarkannya. Kali-kali lainnya dia melakukan hal ini lebih banyak pada minggu berikutnya, secara diam-diam mendengarkan permainan pemain orgel. Suatu malam, dia memutuskan untuk mengikuti sang pemain orgel saat dirinya meninggalkan gereja. Sinclair mengejarnya ke bar dan duduk bersamanya, tanpa diundang. Mereka mulai bicara dan Sinclair membahas Abraxas. Pistorious, sang pemain orgel, menaruh ketertarikan besar mendengarnya dan bertanya pada Sinclair tentang bagaimana dan apa yang dirinya tahu tentang Abraxas. Sinclair menceritakan secara singkat tentang pengalamannya dan tentang catatan yang baru-baru ini dia terima dari Demian. Pistorius mengundangnya untuk datang duduk di dalam gereja dan mendengarkan permainannya.

Pada pertemuan mereka selanjutnya, Pistorius membawa Sinclair ke rumahnya. Dia menjelaskan bahwa dirinya dulunya adalah seorang murid teologi (ilmu agama), namun dia berhenti dan menjadi semacam pemberontak dalam keluarganya. Mereka kemudian bermeditasi di dekat perapian. Dalam pertemuan mereka selanjutnya, Pistorius menggambarkan Demian dengan gagasan tentang kepribadian manusia. Dia mengatakan bahwa orang-orang mendefinisikan kepribadian mereka secara terlalu sempit, mencatat hanya soal sifat yang menyimpang dari norma. Faktanya, dia berpendapat, kepribadian kita mengandung kekayaan luas tentang informasi, berisi semua “yang pernah hidup dalam diri manusia”.

Sinclair yang lebih tua berkomentar bahwa obrolan-obrolannya dengan Pistorius tidak pernah mengenalkannya pada ide-ide baru yang radikal. Namun demikian, obrolan-obrolan itu menolongnya melihat hal-hal dengan sedikit lebih jelas dan berpikir dengan sedikit lebih mandiri. Seringnya, dia bilang, dia akan memberitahu Pistorius tentang mimpinya dan Pistorius akan membantunya memahami arti penting mimpi-mimpi itu. Pistorius membantunya untuk terbebas lebih jauh lagi.

Analisis

Catatan yang Sinclair terima dari Demian di awal bab ini mengikat jadi satu gambaran tentang elap-alap dan tema tentang dua alam. Di dalam catatan tersebut, sang burung digambarkan terbang menuju Abraxas. Seperti apa yang kita ketahui selanjutnya di dalam bab ini, Abraxas adalah dewa dari kebaikan dan keburukan sekaligus. Karena sang burung mewakili aspek dari Sinclair yang menginginkan untuk bebas, gambaran ini menganjurkan bahwa untuk benar-benar bebas, Sinclair harus memeluk dan memuliakan semua kecenderungan dari kepribadiannya—baik itu yang dianggal “baik” oleh orang-orang maupun yang mereka anggap “buruk”.

Mimpi Demian dimuat bersama gambaran penting. “Burung yang digembar-gemborkan” bersinar di atas rumahnya mewakili sebuah kesadaran tentang perjalanan untuk bebas. Penting bahwa burung tersebut berada di rumah orang tuanya karena dari rumah inilah dia ingin terbebas. Ibunya yang berubah menjadi figur yang tampak seperti Demian menandakan bahwa dirinya menggantikan posisi ibunya dengan orang lain. Orang tuanya dan dunia cahaya mereka tengah tergantikan dengan teladan-teladan dari dunia Demian, dimana baik dan buruk datang bersama dan semua elemen dari dunia dirayakan.

Ketika Sinclair mengakui bahwa dia ingin “hidup selaras dengan anjuran” dari “dirinya yang sejati”, dapat diperhatikan dia telah mencapai tahap yang sangat penting dalam perkembangan intelektualnya. Dia secara kognitif menghargai bahwa dirinya menginginkan hasratnya—“dirinya yang sejati”, daripada agama atau dunia cahaya orang tuanya. Meskipun dia belum sepenuhhnya mengaktualisasikan cara hidup yang demikian, fakta bahwa dirinya mengakui ketertarikannya pada hidup yang demikian adalah sebuah langkah pertama yang penting dalam menuju hidup itu. Secara intelektual, dia telah terbebas.

Meskipun Pistorius mewakuli karakter lain yang dicari Demian untuk arahan dan penerimaan, hubungannya dengan Sinclair sangat berbeda dengan hubungan Sinclair dan Demian. Pistorius adalah hal paling dekat dalam buku untuk dibandingkan dengan Demian, karena dia mengajarkan Sinclair dan membantunya untuk berkembang. Meskipun Sinclair menaruh ketertarikan pada keduanya (Pistorius dan Demian), sebelum bertemu mereka, Demian menghampiri Sinclair, sementara Sinclair mencari-cari Pistorius. Pada waktu dia mendekati akhir dari sekolah swasta, Sinclair sudah tumbuh lebih mandiri dan berkeinginan secara hakekat.

Diskusi tentang kepribadian manusia mendekati akhir bab memikul hubungan yang menarik dengan gagasan-gagasan lain yang berkembang dalam “Demian”. Pertama, semangatnya adalah sama dengan gagasan tentang Abraxas, Tuhan yang meliputi segalanya yang dipertimbangkan Sinclair. Di sini, dari pada tentang Tuhan, gagasan Sinclair tentang kepribadian manusialah yang diperbesar. Tepat ketika dia mulai melihat bahwa ada hal lain dari Tuhan yang lebih dari kesucian, disini dia mulai melihat bahwa ada hal lain tentang kepribadian manusia yang lebih dari sekedar tingkah laku yang berdasarkan kebiasaan, yaitu sifat yang acak/sembarang. Manusia itu kuat dan dia bisa melakukan apapun selama dia bisa mengetuk bagian yang tepat dari kepribadiannya. Demian telah menasihati Sinclair bahwa jika seseorang cukup mengingikan sesuatu, dia akan bisa meraihnya. Jika kepribadian manusia sesuai dengan deskripsi Pistorius, maka hal ini menyedikan sebuah mekanisme di mana manusia bisa meraih banyak hal—yakni dirinya harus meraih kembali sumber yang luas yang belum terketuk dari sifatnya.

Orgel: alat tiup atau embus (biasa dipakai digereja, berfungsi sebagai pengiring nyanyian gereja), biasanya terdiri atas seperangkat pipi yang dikontrol oleh papan tombol dan menghasilkan suara musik yang beraneka (KBBI)

Ini dia orgel:

image

image

image

Sinclair yang berdiri di luar gereja mendengarkan permainan orgel Pistorius mengingatkan pada Suga yang berdiri di luar toko memperhatikan sebuah piano. Mungkin emang scene yang itu mewakili pertemuan Sinclair dan Pistorius? Ya mungkin karena orgel, yang disebut juga organ pipa, telalu megah dan guede makanya diganti aja jadi organ :B

image

Credits:
Karya asli oleh Hermann Hesse
Ringkasan dan analisis (eng): http://m.sparknotes.com/lit/demian/section1.rhtm
Indo trans: http://www.unreadablebook.wordpress.com

Take out with FULL CREDITS

Related terms: demian hermann hesse bts bangtan boys bangtan sonyeondan short film wings terjemahan bahasa indonesia

Thank you for reading. Leave a comment? ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s