Demian, Chapter 4

Ringkasan

Sinclair pergi ke sekolah asrama di mana (informasi tentang) tempatnya yang diketahui pembaca hanyalah St.3/43/4. Pada saat ini, dia sadar akan dirinya yang kehilangan kemurniannya, namun memiliki perasaan yang bertentangan secara mendalam mengenai kenyataan tersebut. Dia senang untuk berada jauh dari rumah, namun kecewa bahwa dirinya sudah tidak bisa menemukan keriangan di bawah pengawasan protektif dari orang tuanya. Dia merindukan Demian, namun juga marah padanya karena punya kontribusi dalam keadaan intelektualnya yang menyiksa.

Sekitar setahun setelah masuk ke sekolah tersebut, Sinclair berjalan-jalan di kota suatu hari ketika dia dihampiri oleh Alfons Beck. Beck mengundang Sinclair untuk ikut dengannya menikmati wine di bar setempat. Sinclair punya sangat sedikit toleransi (alkohol), jadi lidahnya dengan segera melonggar. Dia mulai bicara tentang Cain dan Abel serta penjelasan alternatif dari kisah yang dia pelajari dari Demian. Beck memberitahunya tentang bergaul dengan wanita, membiarkan Sinclair memasuki dunia kesenangan yang tidak bisa dia bayangkan ikut serta di dalamnya.

Petualangan mabuk-mabukan pertama ini mengantar pada banyak hal lain. Sinclair terjerumus ke dalam kerumunan yang sering pergi ke bar dan menyelinap bersama para wanita. Sinclair, biar bagaimanapun, tidak pernah ikut dalam petualangan seksual mereka. Dia menginginkan cinta yang sejati dan memuaskan secara emosional serta tidak betah dengan ide tentang sekedar terlibat dalam tindakan fisik. Namun, pesta-pora Sinclair terkenal di kalangan sekolah—dia sering berada dalam masalah dan nyaris dikeluarkan. Ayah Sinclair datang mengunjunginya di sekolah, dua kali, untuk mencoba membuatnya memperbaiki sikap dan dia diancam dikeluarkan paksa. Kunjungannya ke rumah natal kali itu sungguh tidak menyenangkan. Kepedulian Sinclair terhadap kegagalannya mulai berkurang dan semakin berkurang, dia mulai menerima nasib yang ditakdirkan untuknya.

Suatu hari di sebuah taman di dekat sekolah, seorang gadis menarik perhatian Sinclair. Meskipun dia tidak pernah mendekatinya, tidak pernah bicara padanya, Sinclair menjadi tergila-gila padanya. Dia memberinya nama Beatrice dan hampir memujanya. Perilaku Sinclair langsung saja berubah. Dia tidak pernah lagi pergi ke bar. Dia menjadi lebih tertarik dengan sekolah. Perilakunya menjadi lebih “serius dan terpuji”. Hal yang terpenting adalah, Sinclair mulai melukis. Sinclair hanya melakukan hal-hal kecil selama beberapa waktu dan suatu hari melukis wajah seorang gadis yang diresponnya dengan sangat kuat. Wajah itu memiliki fitus laki-laki dan perempuan serta tampak bagi Sinclair hampir bagai gambar Tuhan. Beberapa hari kemudian, dia sadar bahwa, meskipun lukisan itu tidak tampak sepenuhnya seperti dia, gambar itu adalah Demian.

Sinclair yang lebih tua bicara tentang bagaimana gambar ini membuatnya merindukan Demian. Kita mendapat informasi bahwa, pada waktu itu, Sinclair berpapasan dengan Demian saat sedang libur dan kembali ke rumah. Saat sedang berjalan-jalan sepanjang jalan, mereka berpapasan dan Sinclair mengundang Demian utnuk bergabung dengannya di bar. Percakapan mereka tidak menyenangkan dan sedikit bersifat antagonis. Demian tidak menyetujui hobi baru Sinclair minum-minum.

Suatu malam Sinclair bermimpi tentang Demian dan lambang di lengkungan pintu rumah Sinclair. Dia mulai melukis elang-alap yang ada pada lambang itu. Kemudian dia mengirim lukisannya pada Demian.

Analisis

Nama dari sekolah asrama Sinclair sudah secara jelas dibuat umum, namun kita diberi informasi yang relevan tentang sekolah itu. Itu adalah sebuah institusi Nasrani karena ada “St.” di dalamnya. Di samping itu, Sinclair (sebagai narator) mungkin sudah memilih untuk menghapus nama dari sekolah itu untuk tidak menekankan nama spesifik dari sekolah tersebut dan meninggikan kepentingan sifat agamisnya. Dia bisa saja ada di sekolah asrama Nasrani manapun dan pengalamannya akan tetap sama—tidak ada yang spektakuler atau berbeda dari sekolah itu sendiri melebihi fungsi agamisnya. Di sisi lain, mungkin Sinclair sudah benar-benar melupakan nama sekolahnya. Jika demikian, nama tersebut menyampaikan betapa datar dan tidak menariknya sekolah itu bagi Sinclair, yang hanya bisa mengingat bahwa itu disebut St. apalah—atau lainnya.

Sinclair sering mencari validasi dalam interaksinya dengan anak-anak yang lebih tua dan berwibawa. Bercermin pada percakapan awalnya dengan Beck di bar, Sinclari menulis: “Ketika dia memanggilku bocah yang sangat pintar, kata-katanya bergerak bagai wine masuk ke dalam jiwaku”. Sama seperti bagaimana dia mencari pengakuan dari Kromer dan Demian, Sinclair ingin Beck memandang tinggi pada dirinya. Hasilnya, dia mendapat kesenangan yang demikian besar dari pujian tersebut.

Beatrice adalah seorang manusia yang sejajar dengan banyak gagasan yang berkembang di kepala Sinclair. Sinclair menggambarkan Beatrice sebagai seseorang yang memiliki fitur kelaki-lakian (boyish). Sebagai model contoh Sinclair tentang wanita, dia tidak sepenuhnya wanita. Tepat ketika dia mulai melihat bahwa dia ingin memimpin kehidupan yang melibatkan ambil bagian dari beberapa hal yang secara kebiasaan dilihat sebagai kejahatan, maka demikian pun wanita idealnya adalah seseorang yang bukan secara ekslusif wanita, namun adalah seseorang yang ambil bagian dalam dua “alam”—pria dan wanita.

Mimpi Sinclair di akhir bab penuh dengan simbolisme. Elang-alap (sparrowhawk), digambarkan sebagai seekor “burung kejayaan”, mewakili elemen dari kepribadian Demian yang berjuang untuk bebas. Namun demikian Sinclair tidak bisa bebas sendiri. Dia butuh bantuan Demian. Demian memaksanya untuk memakan keystone* yang mewakili peran Demian dalam mengembangkan pertumbuhan Sinclair—membantunya untuk lebih mementingkan didikannya dan menjadi mandiri. Lebih dari itu, komentar Sinclair di akhir mimpi bahwa dia merasakan sang burung “sudah mulai bertambah besar dan menelan” dirinya. Hal ini mewakili kemandirian yang bertambah dalam bagian Sinclair. Di akhir bab ini, Sinclair sudah jauh lebih dekat untuk menempa jalannya sendiri dan benar-benar terbebas dari masa kanak-kanaknya.

image

*sorry fotonya bad quality*

Kalo ini adalah lengkungan di atas pintu rumah Sinclair, keystone-nya adalah bagian putih di tengah lengkungan. Nah di situ tempatnya lambang burung elang yang ada di mimpi Sinclair. Gue pikir burung di short film WINGS itu phoenix, kaya ada api-apinya gitu sih, ternyata kemungkinan elang :v

Credits:
Karya asli oleh Hermann Hesse
Ringkasan dan analisis (eng): http://m.sparknotes.com/lit/demian/section1.rhtm
Indo trans: http://www.unreadablebook.wordpress.com

Take out with FULL CREDITS

Related terms: demian hermann hesse bts bangtan boys bangtan sonyeondan short film wings terjemahan bahasa indonesia

Thank you for reading. Leave a comment? ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s