Demian, Chapter 2

Ringkasan

Seorang murid baru, Max Demian, muncul di sekolah Sinclair. Anak dari seorang janda kaya, Demian setahun lebih tua dari Sinclair, namun terlihat hampir dewasa. Pada salah satu kelas Kitab Injil Sinclair, Demian dipaksa untuk duduk dan menulis sebuah karangan. Sepulang sekolah, Demian menghampiri Sinclair dan mulai melibatkannya dalam sebuah percakapan. Mereka membicarakan rumah Sinclair, yang sepertinya sedikit Demian ketahui. Dia memberitahu Sinclair bahwa lengkungan* di atas pintu masuk memuat lambang yang mirip elang alap*.

Demian kemudian membawa topik tentang pelajaran hari itu—kisah mengenai Cain dan Abel. Lalu Demian menawarkan kepada Sinclair sebuah cara untuk membaca kisah Cain dan Abel  yang berbeda dari apa yang dia pelajari di kelas. Demian berpendapat kalau tanda milik Cain adalah sesuatu yang lebih seperti udara tentang dirinya—dia adalah seorang pria yang dikagumi oleh yang lain. Orang-orang, atas ketidakmampuan mereka berhadapan sewajarnya dengan orang-orang yang berjasa sesungguhnya, mengartikan tanda ini secara tidak tepat sebagai indikasi bahwa Cain itu jahat dari beberapa sudut. Atas dasar rasa takut pada Cain dan kecewa karena mereka takut, orang-orang memfitnahnya karena itulah satu-satunya pembalasan dendam yang tersedia bagi mereka. Pemikiran bahwa Cain ditandai sebagai orang jahat (pemberian stigma), dengan demikian, harus dihilangkan sebagai sebuah penipuan dari mereka yang lemah. Sinclair, terpesona oleh pola pikir Demian yang menyimpang, terus memikirkan masalah tersebut lama setelah Demian mengantarnya sampai rumah.

Kromer terus menyiksa Sinclair dengan cara-cara yang paling buruk. Sinclair dipaksa mencuri untuk membayar dua mark yang ditentukan di awal, namun kemudian semakin diancam karena Kromer mengetahui tentang tiap insiden pencurian ini. Pada akhirnya, Kromer menuntut Sinclair membawakannya saudari perempuannya. Merasa sangat kesulitan setelah menyadari apa yang mungkin ingin Kromer lakukan pada saudarinya, Sinclair berjalan berputar untuk beberapa saat. Dia bertubrukan dengan Demian, yang tidak banyak berinteraksi dengannya lagi sejak percakapan mereka tentang Cain dan Abel. Demian melibatkan Sinclair dalam percakapan mengenai hubungannya dengan Kromer. Dia menanyakan apa yang mengikat Sinclair pada Kromer, memberikan kesan bahwa dia tidak bisa memikirkan alasan lain selain Kromer “punya sesuatu” soal Sinclair. Demian bersikeras bahwa Kromer harus dihentikan bahkan jika itu berarti Sinclair membunuhnya. Tentu saja, Sinclair tidak menerima ide itu dengan baik dan mereka berpisah, Demian berjanji bahwa dia akan melakukan sesuatu untuk meredakan situasi. Sekitar seminggu kemudian, Sinclair bertemu dengan Kromer secara tidak sengaja di jalan. Kromer, terlihat ketakutan, berbalik dan pergi begitu saja.

Gembira karena akhirnya terbebas dari Kromer, Sinclair mencari Demian untuk berterima kasih atas pertolongannya. Dia mencoba, namun tidak bisa membuat Demian mengungkapkan bagaimana dia melakukan perbuatan yang hebat sekali itu. Segera setelahnya, Sinclair mengakui seluruh insiden tersebut kepada orang tuanya. Dia kemudian kembali pada kenyamanan rumah orang tuanya, jauh dari Kromer, namun juga jauh dari Demian.

Enam bulan kemudian, Sinclair bertanya pada ayahnya mengenai interpretasi Demian soal tanda milik Cain. Ayahnya menjawab tanpa tertarik bahwa itu adalah sebuah pendapat kuno yang salah.

Analisis

Kisah mengenai Cain dan Abel meneruskan parade dari gambaran yang berbau Injil yang bisa ditemukan dalam Demian. Lebih jauh lagi, hal tersebut juga mewakili perbedaan tradisional lainnya antara baik (Abel) dan buruk (Cain). Penjelasan alternatif yang Demian tawarkan dari kisah tersebut penting atas alasan-alasan yang jauh melampaui fakta bahwa hal tersebut menarik perhatian Sinclair muda. Interpretasinya menyerang tatanan tradisional dari segala hal—pandangan tradisional mengenai baik dan buruk. Tema ini timbul berulang kali sepanjang novel bersama Sinclair yang secara konstan bertindak melawan pendapat masyarakat tentang apa itu baik dan buruk—tentang apa perilaku yang bisa diterima dan apa yang tidak.

Pokok-pokok dari bacaan Demian juga merupakan sesuatu yang vital (sangat penting). Dia berpendapat bahwa tanda dari Cain, dari pada sesuatu yang memalukan, sebenarnya menunggalkan* Cain sebagai seseorang yang unggul dari yang lain. Hal ini membayangi diskusi tentang tanda yang Demian dan ibunya lihat di dalam diri Sinclair, tanda yang mengikat dirinya (Sinclair) dengan mereka (Demian dan ibunya). Menariknya, pernyataan Demian bahwa tanda milik Cain adalah sebuah ciri kepribadian dan usulannya bahwa Cain mungkin saja lebih cerdas menggambarkan Cain dalam ucapan yang kurang lebih sama dengan bagaimana Sinclair menggambarkan Demian pada bagian awal bab. Hal ini semakin menekankan pentingnya tanda Cain sebagai sesuatu yang diterima oleh para tokoh sentral dari karya ini.

Dilihat melalui mata Sinclair dalam bab ini, Demian memperoleh status yang hampir mitik (hanya ada dalam dongeng). Sinclair melaporkan bahwa dirinya dan yang lain percaya Demian bisa melakukan apapun. Poin ini diperkuat oleh kisah tentang Demian yang secara sopan dan tanpa kesulitan mengatasi seorang kawan sebaya yang mendorongnya ke dalam perkelahian. Cara pandang dari novel adalah kunci untuk perkembangan ini. Penting untuk mengingat bahwa kita melihat Demian dari mata seorang anak pra-remaja yang mudah takjub. Hal ini muncul terutama sekali berkaitan dengan insiden Kromer. Sinclair tidak bisa membuat Demian memberi tahu padanya bagaimana dia (Demian) membuat Kromer berhenti menganggunya (Sinclair). Selanjutnya, Sinclair menawarkan penjelasan potensial paling jelas dan mereka ditolak. Dengan begini, pembaca, seperti Sinclair, dibawa untuk melihat Demian dengan cara yang agaknya dia melakukan beberapa hal klandestin*, dan mungkin unggul.

Prodigal son muncul kembali dalam bab ini. Setelah penyiksaan berakhir, Sinclair mengakui dosa-dosanya dan merasa bahwa dirinya diizinkan kembali masuk ke dalam keamanan rumahnya, sama seperti prodigal son yang kembali. Baginya, perumpamaan tersebut sedikit berbeda, biar bagaimanapun, daripada apa yang ada dalam kisah keagamaan. Kembalinya dirinya bukan masalah kesetiaan pada agama, namun tentang kembali kepada dunia cahaya. Bagi Sinclair, keluarganya—dan khususnya orang tuanya—adalah simbol dari dunia cahaya.

Keluarga Sinclair, biar bagaimanapun, juga mewakili masa kecilnya dan kurangnya kebebasannya. Ketika Sinclair menyadarinya, saat mengaku pada orang tuanya, dia melarikan diri bukan hanya dari siksaan Kromer, namun juga individualitas yang Demian gambarkan.

*lengkungan = arch

image

*elang-alap = sparrowhawk

image

*klandestin = clandestine, berarti terencana atau dilakukan secara rahasia, khususnya menggambarkan sesuatu yang tidak diizinkan secara resmi
*menunggalkan = single out, berarti memilih satu orang untuk diperhatikan secara khusus, terutama dalam hal kritik atau pujian

Credits:
Karya asli oleh Hermann Hesse
Ringkasan dan analisis (eng): http://m.sparknotes.com/lit/demian/section1.rhtm
Indo trans: http://www.unreadablebook.wordpress.com

Take out with FULL CREDITS

Sedikit cerita tentang Cain dan Abel, disebut juga sebagai Kain dan Habel atau Qabil dan Habil, adalah anak pertama dan kedua dari Adam dan Hawa. Kisah mereka adalah tentang pembunuhan manusia pertama di dunia, di mana Cain membunuh Abel dan kemudian dikutuk untuk mengembara di muka bumi. Karena takut akan dibunuh oleh makhluk lain di muka bumi Cain memohon kepada Tuhan, maka Tuhan memberikannya sebuah tanda di wajah sehingga ia tidak akan dibunuh sambil berkata bahwa siapa saja yang membunuh Cain akan diberi balasan tujuh kali lipat. Beberapa orang berpendapat bahwa tanda itu mewakili simbol belas kasih Tuhan.

Related terms: demian hermann hesse bts bangtan boys bangtan sonyeondan short film wings terjemahan bahasa indonesia

Thank you for reading. Leave a comment? ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s