LuHan di Majalah Harper’s BAZAAR Bulan November 2015 – Bagian Satu: Musik adalah kebahagiaan

image

Dua ruang studio yang bersebelahan penuh sesak, kabel-kabel dan wire track pendukung pencahayaan memenuhi koridor, dan para staff tampak bekerja dengan sangat teliti dan hati-hati. Semuanya sudah diatur, hanya tinggal menunggu Luhan untuk datang. Meskipun menunggu dengan antisipasi besar, kami masih saja melewatkan saat-saat dia berjalan melewati pintu. Sebelum seseorang sempat menyadari, dia sudah ada di ruang make up. Aneh rasanya seorang anak laki-laki yang bisa menyebabkan gelombang badai baik online maupun offline bisa begitu tenang dan gesit di dunia nyata.

Mengenakan sepasang kemeja putih pendek dan celana panjang kemudian berkeliaran, melewati staff bagian pencahayaan yang sibuk, secara tidak sengaja dia menginjak sebuah kabel kemudian langsung meminta maaf. Matanya masih bersinar dan wajahnya tampak polos. Dan dia bahkan mengabaikan kamar ganti pribadi yang disediakan stylist untuknya, berjalan keluar dengan badan setengah telanjang dan merasa dirinya sendiri bodoh setelah menyadarinya.

“National male god” yang seperti sebuah khayalan menjadi lebih nyata karena sikapnya yang sedikit linglung. Tentu saja dia tidak memikirkan soal gelar dan tidak akan memikirkan ucapan orang lain. Dunia berubah, biar saja berubah, Luhan punya ritme dan langkahnya sendiri. Dalam solo terbarunya “I got that good good”, dia mengeluarkan sebuah pengumuman secara langsung lewat musik: “Aku tidak peduli soal kompetisi, aku cuma punya passion.”

Masa kiniku adalah masa depan

Sebuah ruang yang kosong, sedikit berbahaya dan banyak kegelapan yang tersembunyi. Kemudian ketukan dari drum menjadi semakin dalam dan dalam cahaya yang remang-remang itu Luhan muncul. Berbagai teriakan dan gerakan berputar mengambarkan latihan keras yang dia lakukan untuk menjadi seorang artis segala bidang dan kemauannya yang tidak goyah setelah terjatuh dan bangun ribuan kali. Dalam video singkat yang dirilis bersamaan dengan lagu solo barunya, Luhan muncul di layar sendirian, liar dan tak terhentikan, penuh kekuatan. Dan kemudian kita akan mengetahui, setelah sekian lama, apa yang sebenarnya Luhan minta dengan tegas.

Ini adalah era dari delusi dan daya tarik yang begitu kuat, namun dia bangun begitu awal dan sudah benar-benar melek.

“I got that good good”, dia mengucapkan lima kata itu dalam aksen Beijing, dengan isyarat rasa bangga yang biasa saja; yang bisa juga berarti sebuah pujian tinggi. Saat bicara tentang “I got that good good” milik seseorang, itu sebenarnya adalah kesan yang sepenuhnya positif.

Untuk menamai lagunya seperti ini adalah sebuah dukungan dari Luhan untuk dirinya sendiri. Kedengarannya mudah, namun syaratnya sangat tinggi.

Melengkapi album solonya sebagai penyanyi solo, sepenuhnya berpartisipasi dalam pembuatan dan proses produksi dari keseluruhan lagu, bekerja dengan rekannya dari US, Kanada dan lainnya, bagi Luhan, adalah sesuatu yang “sama menyenangkannya dengan berlibur bersama teman”. Dia jadi lebih banyak bicara saat membahas soal musik. “Yang menonjol dari album ini adalah genre modern yang baru, termasuk musik futuristic seperti Trap, Jersey Club, dsb. Jenis musik seperti ini tidak umum di dalam negeri dan sejarahnya juga masih pendek bahkan di dunia musik pop luar negeri.”

Dia mencoba mengenalkan “musik futuristic” ke hadapan orang-orang, menciptakan sebuah kejutan saat orang-orang meragukan dan meremehkan musik Cina.

Dia dan tim produksinya melakukan percobaan menarik, “Writing Camp”, yang melibatkannya sebagai penyanyi tinggal dan bekerja secara tertutup dalam studio bersama para produser, penulis lagu dan tim kreatif lainnya. Selama dua minggu itu, semuanya tinggal bersama setiap hari, merekam apa saja, semuanya, berbagi satu sama lain untuk menyelesaikan lagu-lagunya. “Ini sangat keren!”

Dia mencintai hidup seperti ini dari dasar hatinya, “Saat sekelompok musisi dan produser papan atas dunia membuat beat-nya, ritme mengikuti dengan sendirinya, kemudian setelahnya, lyricist langsung menulis lirik sambil mengenakan earphone. Kita bisa memberikan pendapat kapan saja.” Sikapnya yang menunjukan bakat kebebasan korespondesi membuatnya melihat inti dari penciptaan. “Setiap saat setelah selesai rekaman, aku akan membayangkan reaksi semua orang saat mereka mendengarnya.”

Luhan mengungkapkannya dengan kebahagian yang tulus di wajahnya dan bahkan bicaranya jadi lebih cepat—itu yang terjadi ketika seseorang bicara tentang sesuatu yang sangat dicintainya. “I will let you High and won’t let you Cry”, sama seperti lagunya.

Saat dia bernyanyi, anak laki-laki pemalu itu hilang. Suaranya seperti sekelompok burung hitam terbang di langit terbuka dengan berani setelah usaha keras. Ambisi yang lahir dari hibernasi; cinta yang sudah terbakar dalam api yang tak bisa lagi menunggu.

“Masih ada jalan panjang yang harus dilewati di masa depan. Pasar mungkin banyak menentukannya. Namun satu hal yang pasti adalah bahwa setiap orang butuh musik. Membuat sebuah album yang memenuhi kriteria internasional, menarik hati lebih banyak orang untuk menyukai musik dan mengakui keadaan di industri musik Cina telah berubah adalah apa yang ingin kulakukan.” Luhan tahu, segala “rekor” dan data besar yang berhubungan dengannya, yang bisa mencapai jutaan, adalah tekanan dan juga dorongan untuknya. Dia adalah orang yang jadi pusat perhatian ribuan orang dan dia harus melakukan sesuatu yang diperhitungkannya sebagai sesuatu yang layak ditunggu.

“Aku debut sebagai penyanyi. Bagiku, musik adalah tujuan awal dan kebahagiaanku. Aku harap aku bisa melakukan lebih banyak hal mengenai musik.” Dia mengucapkan kalimat yang dulu selalu disimpannya di dalam hati dengan keyakinan dan dominasi. Langkah pertama telah diambil; pada jalan yang dituntun oleh passion dan cinta yang berapi-api, tidak ada alasan untuk melihat ke belakang.
.
.
.
Credits
Eng trans: LuHan International @luking0420
Indo trans: http://www.unreadablebook.wordpress.com

image

Related terms: lu han luhan harper’s bazaar

Thank you for reading. Leave a comment? ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s