Shanghai Times, Luhan: Sedikit cerita dari The Witness

image

[NEWS] An article about #Luhan from SHANGHAI TIMES

Setiap saat sebelum Luhan menghadiri sebuah acara, persoalan keamanan harus sudah terjamin, siap dan dilaporkan untuk proses persetujuan dengan sangat hati-hati. Karena ada sangat banyak penggemar, acara-acara di luar ruangan membutuhkan lebih banyak perhatian dan kehati-hatian. Ada sebuah kalimat yang dikenal dalam lingkaran dunia hiburan berbunyi, “Di mana Luhan muncul, di situ juga calo muncul”.

Harga tiket untuk konferensi pers film terbaru Zhang Yimou “The Great Wall” naik sampai menyentuh angka 30.000 Yuan (sekitar Rp 6.000.000,-) karena kehadiran Luhan dan TFboys, namun beberapa penggemar masih bersedia membeli tiket itu, hanya untuk sebuah kesempatan untuk melihat idola mereka. Jika Luhan mengikuti sebuah acara, sejumlah besar keranjang bunga, atau papan karangan bunga sebesar beberapa meter persegi, akan berjajar rapi sepanjang jalan. Pada konferensi pers dari film “The Witness”, sebaris mawar dan keranjang bunga lili berparfum diatur. Mereka berwarna emas dan merah muda dan terlihat mahal.

Di sana juga ada banyak penggemar yang hadir, dengan sekitar 30 penggemar berasal dari situs resmi (Cina) dan beberapa dari Korea. Gadis-gadis itu terlihat seumuran dengan Luhan, dan mungkin saja kaya karena banyak dari mereka menggenggam kamera SLR, dengan tas-tas dari brand terkenal di punggung mereka. Canon 5D dan White lens adalah peralatan standar; beberapa dari mereka bahkan membawa tripod juga. Segera setelah Luhan muncul, shutter diklik saat itu juga dan terus menerus. Bisa dibayangkan kalau Luhan haruslah bersikap sempurna tiap detiknya dari tiap sudut, selama dia menghadap publik, karena dokumentasi semacam ini merekam satuan sampai setengah detik. Sebagaimana sifat Luhan yang baik hati, dia akan meninggalkan beberapa ekspresi wajah yang cukup untuk penggemarnya.

Seorang aktor Cina populer dengan kemampuan tampil yang kuat, Zhu Yawen, bekerja sama dengan Luhan dalam film “The Witness”. Penilaiannya tentang Luhan agak mengejutkan: “Lu sama sekali bukan anak yang menyebalkan. Dia rajin belajar, rendah hati dan bisa menahan banyak hal. Saat dia tidak sedang berakting, dia menunggu di samping seperti kucing kecil”. “The Witness” syuting pada bulan Maret di Tianjin. Mendekati akhir syuting, hampir semua adegan harus diselesaikan pada malam-malam hujan, dengan es membeku di lokasi. Seperti apa yang diingat kembali oleh Zhu Yawen, “Kami syuting di lingkungan yang basah dan licin hampir setiap hari. Sangat kotor dan dingin. Bahkan banyak aktor berpengalaman tidak bisa menahan kondisi seperti ini, namun tiap kali Lu datang ke lokasi, dia menyiramkan air es ke atas dirinya sendiri terlebih dahulu.”

image

Luhan si 'kucing kecil'

Saat mereka syuting adegan berkelahi, Zhu Yawen memukul Luhan secara tidak sengaja. Zhu merasa cukup bersalah saat dia membahas lukanya dan meminta maaf berkali-kali. Meskipun terlihat meludahkan darah, Luhan mengungkapkan bahwa dia baik-baik saja dan menjelaskan kalau cairan yang dia ludahkan adalah darah palsu dan air liur.

Dalam lingkungan yang sebegitu kotor dan dinginnya, apa yang paling Luhan pedulikan adalah kalau-kalau ada serangga yang menggigit wajah para aktor. “Kolam renang dimana kami berkelahi mungkin sudah ditinggalkan untuk waktu yang lama. Ada banyak yang kotor-kotor dan serangga di dalamnya. Aku tidak peduli kalau digigit di badan. Namun sekali kena gigit di wajah kita, akan menyusahkan bagi juru rias untuk memulas wajah kami.” Sebenarnya, kecemasan Luhan digigit serangga pada wajah adalah karena kecemasannya membuat masalah bagi orang lain.

Hal-Hal Yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui Tentang Luhan

Q: Luhan hampir menjadi seorang pemain sepak bola?
A: Aku sangat mencintai sepak bola; Aku selalu berlatih sepak bola sepulang sekolah; namun kemudian aku ditemukan (oleh pencari bakat) dan masuk ke industri  hiburan.

Q: “Lu Han” adalah nama aslimu?
A: Iya, Lu Han adalah nama asliku, Lu adalah nama keluarga, dan Han artinya fajar.

Q: Apa kamu memiliki ketakutan untuk terbang (menggunakan pesawat)?
A: Iya, aku punya. Sebenarnya, bukannya aku tidak bisa terbang sama sekali, aku hanya tidak bisa terbang terlalu jauh. Sepertinya itu reaksi fisiologisku. Namun aku mencoba yang terbaik untuk mengatasi Acrophobia-ku baru-baru ini.
.
.
Eng trans: @luking0420
Indo trans: http://www.unreadablebook.wordpress.com
.
.
.
Dan sekali lagi Luhan menegaskan bahwa namanya adalah Lu Han🙂
Hayoo~ Masih ada yang suka manggil Xi Lu Han :B
Anyway, ikut bahagia Luwei di sana masih royal-royal dan loyal-loyal, seneng banyak yang cinta sama Luhaen :’D

Thank you for reading. Leave a comment? ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s