Back to 20 memberi pelajaran yang turut berperan dalam keputusan Lu Han untuk keluar dari EXO? Baca dan simpulkan

image

“20 Once Again” sukses menghasilkan 1.3 Milyar (bukan dalam rupiah) dalam 2 minggu di Box Office, Lu Han malu untuk menonton film pertamanya.

Bahkan setelah skandal yang dramatis, mengajukan gugatan terhadap SM Entertainment dan meninggalkan band populer Korea Selatan EXO untuk menjadi seorang artis solo, idol Cina Lu Han tidak kehilangan popularitasnya. Kejadian ini justru mengantarnya pada undangan bermain film yang tidak terhitung jumlahnya dari berbagai perusahaan. Dalam 4 hari, film pertamanya “20 Once Again” mendapat 100 juta RMB (sekitar Rp 209.630.462.000,00) dan tiket premiernya di Taiwan juga terjual habis dalam hitungan detik.

Sehubungan dengan penampilannya dalam film pertamanya, Lu Han memberi dirinya sendiri nilai 60 sementara lawan mainnya Yang Zi Shan dan Chen Bo Lin memberinya nilai penuh. Tidak peduli berapapun nilainya, dia akan tetap jadi dewa (male god) yang menggemaskan di hati penggemarnya selamanya.

Lu Han yang berusia 24 tahun ditemukan saat masih duduk dibangku sekolah menengah dan pergi ke Korea Selatan untuk berlatih sebelum debut sebagai anggota dari boy band EXO. Karena image-nya yang tidak berbahaya dan menggemaskan, dia menjadi salah satu anggota yang paling populer dalam grup tersebut. Oktober lalu, dia melihat masalah kesehatannya dan keluarga sebagai alasan untuk mengajukan gugatan terhadap SM Entertainment, ingin membatalkan kontraknya. Hal ini kemudian menyebabkan kegemparan di industri media dan kecemasan dari banyak penggemar karena mereka takut karirnya akan terpengaruh. Di awal tahun, dia memulai debutnya sebagai artis solo dalam film berjudul “20 Once Again”. Saat itu diperkirakan film ini akan memperoleh keuntungan hanya jika filmnya terjual lebih dari 120 juta RMB (sekitar 240 Milyar rupiah). Tanpa diduga, filmnya berhasil terjual lebih dari 250 juta RMB (sekitar 500 Milyar rupiah) hanya dalam dua minggu. Hal ini membuktikan bahwa Lu Han memiliki kemampuan sebagai seorang penyanyi maupun aktor, melihat masih ada sekitar 30 sampai 40 film yang mengantri menunggu persetujuan Lu Han untuk berakting di dalamnya.

Menggunakan karunia yang dimilikinya untuk mengingat partitur* gitar.

Saat itu adalah pengalaman pertama Lu Han berakting dalam sebuah film dan dia mengaku merasa sangat gugup sampai tubuhnya akan jadi dingin dan telapak tangannya akan berkeringat. Namun demikian, dia akan secara otomatis bersinar saat berdiri di depan kamera. Chen Bo Lin memujinya untuk tampil dengan baik, “Dia (Lu Han) lebih baik dibandingkan diriku sendiri saat aku berakting untuk pertama kalinya. Mungkin, itu ada hubungannya dengan pengalaman tampilnya sebelum ini dimana dia menghadapi lebih banyak orang dari kami dan dia juga mendapat latihan profesional.” Yang Zi Shan bercanda, “Bahkan aku belajar darinya. Dia sangat cerdas dan bisa mengingat banyak hal yang diajarkan oleh sutradara. Mungkin aku harus belajar darinya bagaimana melakukan aegyeo.” Senior Lu Han tak bisa berhenti memujinya, yang akhirnya membuat Lu Han mulai merona dan memohon belas kasihan untuk berhenti menggodanya.

Lu Han terlahir untuk menjadi seorang pekerja seni. Dalam film, dia berakting sebagai remaja penuh gairah yang bermimpi untuk menjadi seorang bintang rock, dimana adegan Lu Han memainkan gitar dibutuhkan. Dari tidak tahu bagaimana memainkan alat musik tersebut sampai mempelajari satu partitur* gitar penuh dari sebuah lagu, dia hanya butuh waktu 40 menit untuk bisa memainkan sebuah lagu secara penuh sekali. Dia dengan rendah hati mengatakan, “Aku sempat menghadiri satu kelas saat aku masih kecil, namun tanganku sakit, jadi aku menyerah. Aku harus mengingat partiturnya, karena itu adalah kebutuhan film.” Yang Zi Shan memuji, “Dia sungguh bisa memainkan gitar, seperti tipe yang bernyanyi sambil memainkannya.”

Bagaimanapun, dia debut sebagai seorang penyanyi. Lu Han sering tertangkap basah dalam situasi dimana dia terlalu fokus memainkan gitar dan lupa kalau dia harus berakting. Saat sang sutradara berteriak, “Action”, dia terlihat terlalu berkonsentrasi memainkan gitar dengan kepala tertunduk. Chen Bo Lin juga harus mengingatkannya bahwa dia harus memperhatikan dimana posisi kamera dan menunjukkan daya tariknya pada waktu yang tepat. Jika tidak, dia akan terbiasa melihat ke arah kamera saat berakting, dan dia akan mencari kamera saat tengah berakting dan NG. Lu Han tertawa dan mengatakan, “Saat penyanyi membuat sebuah video klip, mereka harus lip-sync dan bersikap keren di saat yang sama. Kadang, mereka harus melihat ke arah kamera dan tersenyum. Sementara itu, saat seseorang berakting, melihat ke kamera tidak diperbolehkan terkadang, tapi aku masih punya kebiasaan untuk mencari kamera, haha.”

Ingin nilai 90 dari Yang Zi Shan dengan melakukan aegyeo.

Lu Han juga tidak bisa mengubah kebiasaannya dalam bekerja. Dia masih memberi perhatian besar pada pentingnya menunjukan rasa hormat pada senior karena pelatihannya yang panjang di Korea Selatan. Ada sebuah adegan di mana dia minum-minum bersama Yang Zi Shan, dan dia melakukannya dengan cara dia melakukannya di  Korea Selatan. Dia akan memutar kepalanya ke samping dan baru minum sebagai rasa hormat pada senior. Adegan itu akhirnya harus diulang dan Yang Zi Shan menghiburnya, “Tidak apa-apa, kamu di Cina sekarang, mendongak dan minum, nenek ada di sini untuk melindungimu (dia berperan sebagai nenek Lu Han di dalam film)!”

Adegan minum-minum di restoran BBQ mengharuskan Lu Han untuk menggoda Yang Zi Shan. Pada akhirnya, untuk membuat Lu Han relaks, sutradara menginginkannya untuk benar-benar meminum alkoholnya untuk mendorong keberaniannya dan membuatnya lebih mudah untuk menyesuaikan diri dengan adegan tersebut, “Tapi aku mulai lupa dialogku begitu aku minum, haha.”

Saat mengobrol tentang pengalaman berakting, Lu Han bilang semuanya masih segar baginya. Dia bahkan butuh waktu cukup lama untuk menyesuaikan diri dan memasukkan emosi dalam mengisi suara untuk film. “Kadang aku merasa bahwa tertawaku sangat palsu saat dubbing untuk suara tawa.” Dia mengungkapkan kalau dia merasa sangat cemas menonton dirinya sendiri di layar, “Saat aktor yang lain tampil aku merasa nyaman menonton mereka. Tapi saat giliranku, di dalam hati aku mulai panik. Aku jadi kritis dan merasa gelisah sampai aku tidak ingin menonton diriku sendiri di layar.” Orang tuanya belum menonton filmnya, “Mereka tenang-tenang saja dan ingin menunggu sampai versi DVD resminya keluar jadi mereka bisa menontonnya di rumah karena mereka tidak ingin mengungkapkan diri mereka sendiri ke hadapan publik.”

Setelah filmnya dirilis, box office-nya terus melakukan dengan baik dan kritikus film memberi Lu Han komentar positive mengatakan aktingnya cenderung natural. Saat diminta menilai dirinya sendiri, dia bilang 6 poin. Yang Zi Shan dan Chen Bo Lin kaget dan bertanya, “Kamu pikir nilai penuhnya berapa?” Lu Han kemudian sadar dan bilang. “60 poin, kupikir nilai penuhnya 10.” Bagian menariknya adalah ketika giliran Yang Zi Shan menilainya. Dia sangat gugup dan mendekati Yang Zi Shan mengatakan di telinganya, “90 poin, 90 poin.” Yang Zi Shan tertawa dan bilang, “Sutradara memberinya nilai 100 karena tidak mudah mendapatkan hasil baik semacam ini untuk orang yang pertama kali melakukannya. Aku setuju dengan sutradara, nilai 100 itu untuk menyemangatinya dalam karir aktingnya.”

Menolak lip-sync sekalipun suaranya pecah

Selain akting, Lu Han juga menyanyikan lagu tema dari film yang berjudul “Our Tomorrow”. Itu adalah kali pertamanya menyanyikan sebuah lagu penuh sendirian karena selama masa-masa di EXO, lirik didistribusikan di antara para anggota dan mereka hanya bisa menyanyikan beberapa baris lirik. Dia mengaku, “Aku merasa sangat bersemangat saat rekaman sebuah lagu lengkap untuk pertama kalinya. Itu karena jumlah baris yang kunyanyikan tiba-tiba bertambah. Terlebih lagi, dulu semua menyanyi bergantian, jadi emosi kami mungkin tidak begitu cocok. Kali ini, aku harus bernyanyi dengan perasaan dari awal sampai akhir, itu cukup menantang.”

Lu Han datang ke Taiwan sendirian untuk mempromosikan filmnya; rasanya berbeda dibanding datang ke sana dengan EXO untuk konser. Saat ditanya apakah dia merasa kesepian, dia diam beberapa saat dan mengatakan meskipun dia meninggalkan Korea Selatan, dia masih mengingat Korea Selatan, dan sesekali dia akan melihat drama Korea, mendengarkan musik Korea,* “Rasanya sudah pasti berbeda, tapi bagaimana aku mengatakannya ya.. Para penggemar masih antusias, jadi aku merasa lebih tenang.”

Saat syuting “20 Once Again”, Lu Han belum mengajukan gugatan untuk membatalkan kontraknya dengan SM Entertainment. Sekarang setelah jadi mandiri, Yang Zi Shan melihatnya tumbuh dan dia dengan tulus mengatakan, “Aku perasaan cinta seorang ibu padanya sejak awal, dan mungkin itu karena Xiao Lu berperan sebagai cucuku di film, Mengingat saat kami masih syuting, orang-orang di sekitarnya semua adalah orang Korea, dan kupikir itu sangat menyedihkan dan berat untuk berada di luar negri sendirian. Melihatnya kembali sekarang, dia menjadi lebih baik dan dengan dia mengatakan kalau dia berat badannya bertambah karena makan, aku merasa sangat senang.” Dia bilang semua orang memuji Lu Han karena dia sangat menggemaskan. Namun setelah dekat dengan Lu Han, dia menyadari bahwa Lu Han sebenarnya berkemauan keras, punya pendapatnya sendiri dan juga cukup tidak mudah berubah pendirian. “Ada saat-saat dimana tenggorokannya tidak terlalu baik, dan dia harus syuting adegan bernyanyi. Aku menyuruhnya lip-sync tapi dia menolak, dia bilang dia harus bernyanyi, sekalipun suaranya pecah, dia masih kukuh untuk bernyanyi.”

Marah soal penggemar yang mengikuti mobil dengan gila

Lu Han tidak benar-benar menyukai disebut menggemaskan. Dia sebenarnya sangat jantan dan dia menyukai bermains epak bola, menonton anime dan meniru video online yang lucu, “Aku pria jantan, tapi aku juga humoris secara pribadi.” Sifat jantannya juga ditunjukkan dalam melindungi keluarganya. Ada penggemar yang mengikutinya setiap hari saat syuting. Suatu hari, mobil penggemar mengikuti terlalu dekat sampai mungkin menyebabkan bahaya. Dia tidak bisa menahan diri untuk turun dari mobil dan mengomel. “Saat orang tuaku datang dan kami ingin pergi untuk makan, kalau aku bilang pada orang itu ‘Kamu bisa berhenti mengikuti.’ Dia akan membantah dengan bilang, ‘Matamu yang sebelah mana yang melihat aku mengikutimu?’ Kalau aku bilang, ‘Kamu harus berhenti merekamku.’ Dia membalas, ‘Matamu yang sebelah mana yang melihat aku merekammu?’ Jadi aku balas merekamnya dan dia bilang, ‘Kamu tidak bisa mengambil gambarku, aku punya hak atas gambarku.’ Lalu aku memilih mengabaikannya dan pergi.

Para penggemar akan selalu jadi gila tanpa tau batas kapanpun Lu Han muncul. Tidak peduli di lobi hotel atau parkiran mobil bawah tanah, akan selalu ada penggemar yang menunggunya sepanjang siang dan malam. Saat dia mengadakan konferensi pers, penggemar bersedia membayar 20.000 RMB (sekitar 40 juta rupiah) hanya untuk mendapatkan kartu masuk untuk kru. Beberapa bahkan bertindak kelewatan dengan menelpon rumahnya, “Orang tuaku menerima beberapa panggilan sesekali dan ditanya ‘Apa ini orang tua Lu Han’?” Lu Han merasa bersalah dan tidak bisa apa-apa selain bilang, “Saat aku baru debut, aku bertanya pada orang tuaku, ‘Apa kalian ingin datang dan melihat panggung debutku?’ Mereka hanya bilang ‘Tidak apa-apa, kami cukup melihat foto-foto setelahnya.’ Juga saat aku hampir debut dan tertekan, aku menelpon mereka untuk mengeluh tapi mereka hanya bilang, ‘Siapa yang menyuruhmu untuk ingin jadi penyanyi dari awalnya?’.” Menekankan bahwa orang tuanya adalah orang yang rendah hati, dia tidak berharap hidup mereka akan terpengaruh dengan pekerjaannya.

Lu Han mengatakan bahwa orang tuanya menghormati keputusannya untuk menjadi artis, dan memberi tahunya bahwa sekali dia membuat keputusan dia tidak boleh menyesalinya. Maka di tahun 2013, perasaannya menerima gaji pertamanya dan memberikannya pada orang tuanya tidak bisa digambarkan. Pada tahun baru Cina yang akan datang, dia tidak menjadwalkan untuk bekerja. Setelah pergi ke Korea Selatan untuk mengawali karirnya, sudah 6 setengah tahun sejak dia merayakan waktu-waktu perayaan di rumah. Itu sama dengan tinggal di luar sejak sekolah menengah. Sebuah kesempatan yang langka bagianya untuk berada di rumah dan tentu saja dia ingin berkumpul kembali dengan keluarga, memberikan angpao pada yang tua sebagai bentuk kasih sayang anak lelaki. Dia memahami dengan lebih baik pentingnya menghargai apa yang dia miliki, terutama setelah syuting film ’20 Once Again’ dimana nenek dalam film tiba-tiba menjadi muda dan menjalani masa mudanya lagi. itu adalah sebuah film yang menitik beratkan dan menilai kembali pentingnya hubungan dengan keluarga. “Aku tahu bahwa penting untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang tuaku karena waktu yang kita miliki terbatas. Tiga kata ini, ‘Aku mencintai kalian’ mungkin memalukan untuk diucapkan tapi untuk saling memeluk satu sama lain kami melakukannya.”

Eng trans: Berniceluvszx at LuhanWorld
http://luhanworld.forump.net/t1476-trans-ming-weekly-interview
Source: Ming Weekly Interview
Indo Trans: https://unreadablebook.wordpress.com
.
.
*partitur, dari versi bahasa Inggrisnya pake kata ‘tablature’: Cara paling keren untuk membaca dan menulis musik, tidak menggunakan simbol nada tapi menggunakan angka atau jari. (Urban Dictionary) – Jadi, mungkin maksudnya partitur lagu yang ditulis dengan angka?

Back to 20 atau 20 Once Again mengajarkan Luhan untuk menghargai apa yang dia punya, untuk lebih menghargai hubungan dengan keluarga, karena kita tidak hidup selamanya. Salah satu alasan Luhan untuk keluar dari EXO, selain masalah kesehatan, adalah keluarga. Jika dihubungkan, keputusan SM memberikan project Back to 20 pada Luhanlah yang mengawali semuanya sampai akhirnya Luhan memutuskan untuk keluar. Apa mungkin SM menyesal memberikan project ini pada Luhan?

“Saat ditanya apakah dia merasa kesepian, dia diam beberapa saat dan mengatakan meskipun dia meninggalkan Korea Selatan, dia masih mengingat Korea Selatan, dan sesekali dia akan melihat drama Korea, mendengarkan musik Korea,*”

IDK, but I keep on read that line as “Saat ditanya apakah dia merasa kesepian, dia diam beberapa saat dan mengatakan meskipun dia meninggalkan EXO, dia masih mengingat EXO, dan sesekali dia akan melihat acara dimana ada EXO, mendengarkan musik EXO,*”

😂😂😭

2 thoughts on “Back to 20 memberi pelajaran yang turut berperan dalam keputusan Lu Han untuk keluar dari EXO? Baca dan simpulkan

Thank you for reading. Leave a comment? ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s